Al-Ma’ad, 19 Sept 2013
Zahra Salsa Nabila, anak didikku yang paling verbal
berceloteh: “Semalam hujan ya, mati lampu lagi,
ibu sendirian di sini. Kok nggak takut sih?”
Aku tersenyum saja.
Sebenarnya aku takut…
Sikapku ini nggak bermaksud untuk sok’ kalem. Tapi merasa
tidak setuju saja sama orang dewasa yang biasanya menjawab “Ohya, harus berani
dong, kan ada Allah dan Malaikat yang jagain…” Justru karena sadar ada Allah
yang Maha Menjaga juga malaikatNya yang akan selalu mencatat amalanku. Dalam
gelap dan di tengah derasnya hujan aku ketakutan karena lebih merindukan
seseorang.
Lalu Zahra berceloteh lagi kepada rekanku: “Bu Defa pemberani
ya, kenapa nggak jadi dokter atau pengusaha? Kok, jadi guru sih?”